Monday, July 20, 2009

Siasat Syetan Menelanjangi Wanita

Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su’). Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.
MENGHILANGKAN DEFINISI HIJAB
Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekedar pakaian atau mode hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar’i, pakaian ya pakaian, apa pun bentuk dan namanya.
Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai.

Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar’i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di mana saja, maka hijab syar’i tetap dipertahankan.
Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya?

Pertama, Membuka Bagian Tangan. Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka, maka setan mem-bisik kan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bagian hasta (siku hingga telapak tangan). “Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai pakain model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik,” Tuh tidak apa-apa kan?

Kedua, Membuka Leher dan Dada. Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru lagi. “Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu.” Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak gerah. Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka.

Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari yang model setengah lingkaran hingga yang model bentuk huruf “V” yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bagian sensitif lagi dari dadanya.

Ketiga, Berpakian Tapi Telanjang. Setan berbisik lagi, “Pakaian kok hanya gitu-gitu saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya? Sang wanita bergumam. “Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang,” setan memberi ide baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. “Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin,” begitu dia menambahkan. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparan, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat ‘ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit. Setelah para wanita muslimah mengenakan busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki wanita itu, “Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha?” Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih kelihatan lincah dan enerjik.”

Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik ke jok mobil. “Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa lah, yang penting enjoy,” katanya.
Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya model, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar’i yang sebenarnya. Maka kini mulailah setan pada tahapan berikutnya.

TERBUKA SEDIKIT DEMI SEDIKIT
Kini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita menampak kan bagian aurat tubuhnya.

Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit. Setan Berbisik kepada para wanita, “Baju panjang benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa, lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata kaki.” Ini baru agak longgar. “Oh ada yang kelupaan, kalau kamu bakai baju demikian, maka jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh orang tetap menamakannya dengan jilbab.”

Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan sepatu hak tinggi, yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara yang menarik perhatian orang.

Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis. Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang-orang yang melihat juga tidak begitu peduli. Maka setan kembali berbisik, “Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari model lain yang lebih enak, bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu mencolok, hanya terlihat kira-kira sepuluh senti saja.” Nanti kalau sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang terbuka hingga setengah betis.”

Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah menjadi penasehat pribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti. Maka terbiasalah dia mema-kai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

Ketiga, Terbuka Seluruh Betis. Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, setan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang sang wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu. Namun buru-buru bisikan setan dan hawa nafsu menyahut, “Ah jelas enggak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak laki-laki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya.”

Tetapi… apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum laki-laki,” gumamnya. “Fitnah? Ah itu kan zaman dulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum laki-laki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka? Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari yang di emperan hingga yang yang bermerek kenamaan, seperti Kristian Dior, semuanya menawarkan model yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman.”

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak para wanita yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari siasatnya untuk melucuti hijab wanita.

SERBA MINI
Setelah pakaian yang menampak kan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan setan yang lain. “Pakaian membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah.”

Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung nya dan berbagai model lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim panas, musim dingin dan lain-lain, tak ketinggalan celana pendek separuh paha pun dia miliki, model dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicoba.

Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.

Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan “bikini”. Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na’udzu billah bisikan setan berhasil, tujuannya tercapai, “Menelanjangi Kaum Wanita.” Selanjutnya terserah kalian wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan laki-laki lain, di tempat umum. Kelak kalian sama-sama di neraka, karena engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri "dosamu” setan tak mau ambil resiko.

Demikian halus, cara yang digunakan setan, sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita untuk mengatasinya.

Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia maupun di akhirat.
Wallahu a’lam bis shawab.

Monday, July 6, 2009

Lowongan Di Akhirat

Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan sebelum alam ini diciptakan. Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian, tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi. Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak, perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima !
LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :
A. Penghuni Syurga
B. Penghuni Neraka

Untuk Posisi A disediakan FASILITAS dan KOMPENSASI sbb :
Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :
1. Nikmat kubur.
2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.
3. Keselamatan meniti Sirathal mustaqim.

Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Rasulullah bersabda, “Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (HR Muslim). Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah 'merasakan' ridha Allah dan kesempatan merasakan 'wajah' Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia, yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Untuk Posisi B dipastikan akan menikmati beragam kesempatan DIBAWAH INI :
Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun akan merasa lega.

Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir segera mati kalau dibakar, karena tubuh kita akan dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng). Rasulullah saw bersabda, “Di neraka gigi seorang kafir akan (memuai) hingga sebesar gunung Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari perjalanan” (diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim). Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda, “Neraka dipegang oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuhpuluh ribu malaikat” M(HR Muslim). Rasulullah saw bersabda, “Allah mempunyai malaikat yang jarak antara kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan” (Abu Daud, Ibn Hanbal).
Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat.
Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu :

  1. Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan 'hidup' dalam kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.

  2. Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan tahun, dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa. Bapak, ibu, anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Bahkan para nabipun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang rajin bersholawat padanya.

SYARAT-SYARAT PELAMAR
- Tidak diperlukan ijazah
- Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.
- Tidak perlu bawa harta
- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi. Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya Anda sendiri.

WAKTU WAWANCARA :
Wawancara tahap 1
, dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur, maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu (hadist hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal). Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan ibu.

Wawancara tahap 2 : Hanya Allah lah yang tahu.

LOKASI DAN LAMA WAWANCARA
Wawancara tahap I
, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.
Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggung-jawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabannya).

PEWAWANCARA:
Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.
Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian

WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :
1. Siapa Tuhanmu ?
2. Apa agamamu ?
3. Siapa nabimu?
4. Apa kitabmu?
5. Dimana kiblatmu ?
6. Siapa saudaramu?
Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya.

CARA MELAMAR:
Sekali lagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (bisa jadi sebentar lagi).

BENARKAH LOWONGAN INI
Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam ini yang tidak mampu kita ketahui, apalagi mengenai akhirat. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah!!! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)

Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah, dan Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini. Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat.

MAU MELAMAR KE POSISI B ?
Mudah saja, hiduplah sesuka anda..........!!!!!

Cinta Nan Indah

Cinta nan indah… oy… Cinta itu memang indah…
Indah yang dapat dirasakan dalam hati seorang anak manusia…
Tiada suatupun keindahan melebihi keindahan bila Cinta telah merasuki sanubari..
Hati begitu merindu… merindu untuk bertemu pada yang terkasih… (betul…)

Tapi……kuberitahu ya….sebenarnya Cinta nan indah itu bukan hanya Cinta yang digantungkan pada yang bersifat keduniawian saja…
Tapi Cinta indah itu adalah Cinta pada yang hakiki…
Cinta duniawi sering membuat kecewa hati
Tapi Cinta yang hakiki adalah Cinta yang abadi… Cinta sejati….

Bila Cinta digantungkan pada duniawi…
Yaitu bila Cinta yang digantungkan berlebihan pada manusia … pasti suatu saat akan merasakan kekecewaan… karena manusia hanya penuh dengan nafsu dan keegoan… manusia penuh dengan kekurangan…

Tapi Allah… Allah adalah Yang Maha Sempurna Cinta -Nya… Ar-Rahman… Ar-Rahim…
Dia-lah Yang maha Pengasih dan Maha Penyayang… Dia-lah tempat hati bergantung…
Dia-lah tempat hati bersandar… Dia-lah tempat mencurahkan segala perasaan…
Dia-lah Yang Maha Sempurna Cinta -Nya.. Dia-lah yang paling dekat dengan hambanya…
bahkan lebih dekat dari urat lehernya sendiri…
Maha Besar Allah… Maha Luas karunia-Nya…

Bila Cinta digantungkan pada harta dan tahta… maka pasti dia akan menjadi budaknya dunia…
ia akan binasa oleh nafsunya sendiri… setiap hari dari pagi hingga malam dunia yang dikejarnya…
hingga lupa pada kehidupan sebenarnya… baginya dunia adalah segalanya… hingga asik dengan dunia…
hingga ia menjadi bakhil dan selalu menghitung-hitung serta mengumpulkan hartanya…
ia lupa bila ia mati hanya selembar kain kafan dan semeter tanah yang diperlukannya…
dan diakherat nanti hartanya akan kelak menyiksanya …. Nauzubillah..

Tapi Cinta pada yang hakiki adalah Cinta pada keabadian….
Wal Awallun Wal Akhirrun…Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir…
Bila ke Cinta an seorang hamba pada Tuhannya lebih besar dari ke Cinta an pada dunia… itulah keindahan Cinta yang hakiki…
Sungguh…. Cinta itu akan begitu indah disanubari…
Pandangan mata nan indah.. karena setiap pandangan adalah milik yang terkasih…
Setiap pendengaran adalah indah… karena setiap pendengaran hanya untuk mendengarkarkan nasehat-nasehat dari kekasih…
Setiap ucapan lisan adalah indah karena keluar dari hati dan fikiran yang indah…
Setiap gerak langkahnya hanya melangkah menuju yang diinginkan-Nya…
Detak jantungnya dan denyut nadinya adalah zikirullah…
Duhai… Begitu indah bila Cinta disandarkan pada yang terkasih….
Begitu lapang hati… tiada kegelisahan dan keresahan yang kan meliputi…
Sungguh… Begitu bahagia bila perasaan hanya disandarkan pada-Nya…
Karena Allah tak pernah mengecewakan hamba yang ingin dekat dengan-Nya…
Kapanpun hati ingin curahkan perasaan… Sungguh…Allah selalu ada di sisi…

Kata Rasul ada tiga hal yang menyebabkan seseorang dapat merasakan manisnya iman, yaitu bila Allah dan Rasul-Nya lebih di Cinta i dari pada dirinya sendiri, men Cinta i seseorang karena Cinta nya pada Allah dan membenci kekafiran seperti bencinya jika dilempar ke neraka.

Ya… Allah… jadikan Cinta yang Engkau anugerahkan ini hanya untuk men Cinta i-Mu…
Jadikan Cinta ku pada pada seseorang adalah karena Cinta ku pada-Mu..
Jadikan Cinta seseorang padaku adalah karena Cinta nya pada-Mu..
Jadikan Cinta yang ada di hatiku ini untuk lebih mendekatkan diriku pada-Mu..
Jadikan Cinta ku pada-Mu lebih aku sukai daripada diriku sendiri dan orang-orang yang ku Cinta i
Amiin….

Do'a Yang Indah

Aku minta Tuhan menyingkirkan deritaku, Tuhan menjawab:
"Tidak! Itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya."

Aku minta Tuhan menyempurnakan kecacatanku, Tuhan menjawab:
"Tidak! Jiwa itu sempurna, badan hanyalah sementara"

Aku minta Tuhan untuk memberiku kesabaran, Tuhan menjawab:
"Tidak! Kesabaran adalah hasil kesulitan. Itu tdk dihadiahkan, itu dipelajari"

Aku minta Tuhan memberiku kebahagiaan, Tuhan menjawab:
"Tidak! Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi, dan membawamu dekat kepada Ku"

Aku minta Tuhan segala hal agar aku dpt menikmati hidup, Tuhan menjawab:
"Tidak! Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal"

Aku minta agar Tuhan membantuku mengasihi orang lain, seperti Engkau mengasihi aku. Tuhan menjawab: "Aaach....akhirnya kau mengerti. Hari ini adalah milikmu, jangan sia2kan. Bagi dunia mungkin engkau hanya seseorang, tapi bagi SESEORANG mungkin kau adalah DUNIANYA".

Keistimewaan Muslimah

Berbahagialah wahai WANITA SHOLEHAH. Sebab Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim, Ahmad, dan An-Nasa’i). Disisi lain berhati-hatilah sebab Beliau SAW juga berpesan tentang fitnah terbesar dari kaum mu, “Tidak ada suatu fitnah (bencana) yang lebih besar bahayanya dan lebih bermaharajalela-selepas wafatku terhadap kaum lelaki selain daripada fitnah yang berpuncak daripada kaum wanita.” (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah).
  1. Do’a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
  2. Wanita yang solehah itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang saleh.
  3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.
  4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang, makanan dari pasar kerumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail as.
  5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam surga.
  6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.
  7. Dari Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka.”
  8. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.
  9. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
  10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
  11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan rekannya (serta menjaga sholat dan puasanya).
  12. Aisyah r.a. berkata, “Aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab baginda, “suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”
  13. Perempuan apabila sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya, serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.
  14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun).
  15. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.
  16. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT.
  17. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan
  18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan
  19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT

Malam Pertama

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ
(QAAF 50:19) Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.

Satu hal sebagai bahan renungan kita...tuk merenungkan INDAHNYA MALAM PETAMA, tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata dan juga bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa. Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut. Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara.

Hari itu, mempelai sangat dimanjakan, MANDIpun... harus dimandikan.. seluruh badan kita terbuka...tak ada sehelai benangpun menutupinya.. Tak ada sedikitpun RASA MALU..., seluruh badan digosok dan dibersihkan. Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan. Bahkan lubang ? (maaf) LUBANG ITUpun ditutupi kapas putih... Itulah sosok kita.. Itulah jasad kita waktu itu setelah dimandikan. Kitapun dipakaikan GAUN CANTIK berwarna putih. Kain itu... jarang orang memakainya.. Karena bermerk sangat terkenal bernama “Kafan”, wewangian ditaburkan ke baju kita.. Bagian kepala, badan dan kaki diikatkan.

Tataplah.. tataplah .. itulah wajah kita, “KERANDA PELAMINAN”...langsung disiapkan. Pengantin bersanding sendirian...Mempelai DI ARAK keliling kampung ditandu oleh tetangga maupun sanak famili menuju “ISTANA KEABADIAN” sebagai simbol asal usul kita yang diiringi langkah gontai seluruh keluarga serta rasa haru para handai taulan. Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus “AKAD NIKAH”nya bacaan talkin... berWALIkan liang lahat... Saksi-saksinya nisan-nisan... yang telah tiba duluan. Siraman air mawar...pengantar akhir kerinduan dan akhirnya.... tiba masa pengantin.. Menunggu dan ditinggal sendirian untuk memper-tanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan malam pertama bersama KEKASIH..

Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah di kamar bertilamkan tanah... dan ketika 7 langkah telah pergi... kitapun kan ditanyai oleh sang malaikat... Kitapun tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur..ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur... Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu... Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan... Padahal nikmat atau siksakah yang akan kita terima kelak?? Kita sungkan sekali meneteskan air mata... seolah barang berharga yang sangat mahal..Dan dia kekasih itu menetapkanmu ke syurga atau melemparkan dirimu ke neraka. Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga, tapi..., tapi... sudah pantaskah sikap kita selama ini. Untuk disebut sebagai ahli syurga ??????

WAHAI SAHABAT.. mohon maaf.. jika malam itu aku tak menemanimu. Bukan aku tak setia... dan bukan aku berkhianat... Tapi itulah komitmen Azali tentang hidup dan kehidupan, rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga. Aku hanya mampu menghantarkanmu sampai seluruh tanah telah menutupi lubang lahatmu. Aku hanya dapat berdo'a semoga kita bisa menggapai husnul khotimah sehingga menjadi ahli syurga. Aamiin...
"0rang yang cerdas adalah seorang yang mempersiapkan dirinya untuk kehidupan akhirat" (Al-Hadist).

Aurat

sebelumnya salam maaf dan hormat
tak bermaksud menggurui ataupun nasihat
namun ini masalah akhirat
gara2 aurat kelak dapat siksaan berat

pakai jilbab tapi telanjang
itulah gaya wanita sekarang
pembungkus body semuanya tegang
menebar fitnah simata jalang

baju tipis nampak bayang
pakai jilbab seperti selendang
dada montok sengaja dipampang
jalan gemulai melenggang lenggang

baju ketat celana ketat
pakai jilbab tapi di ikat ikat
dari semula memang bukan adat
di sudut agama pun gaya tak berkat

jibab tipis bajupun tipis
sengaja dipakai biar nampak `narcis`
mata org terbeliak, kamu koq membengis
bila kena kutuk, kenapa menangis

tutup aurat bukan disuruh berselubung
sampai tak nampak muka dan hidung
yang faham tuntunan amat beruntung
taklah bersungut mulut pun muncung

kalau semula tak minat nak bertudung
cobalah disesuaikan apa yang disarung
kalau masih rasa jiwa mu `mendung`
maknanya nafsu itu belum dapat dibendung

bertjilbab itu bukan satu paksaan
namun lebih kepada keinsafan
selalu nafsu masih dikuasai syaitan
itulah sebabnya pakaianpun yang bukan bukan

baik tak usah berjilbab bila hanya menentang qur'an dan hadis
padahal islam suruh pakai yang sopan dan manis
sudahlah pakaian mengalahkan pengemis
atas tutup, bawah buka, ini apa nama punya jenis ?

kita memang hidup dalam era serba maju
sungguhlah iman tak dinilai ikut baju
kalau bertudung tapi pakai yang `gitu-gitu`.. (maaf ya ibu2)
kita pun susah nak kenal manusia apa hantu

tutup aurat perintah Allah.... (QS. 24:31)
bukanlah pakaian adat timur tengah
bukti cinta Allah padamu hai Muslimah
Agar surga firdaus kelak tempatmu hijrah

harap maafkanlah kalau terlalu panjang
bukan sengaja untuk yang bukan bukan
berpantun seloka bukan sekedar hiburan
yang mana betul jadikanlah pedoman

wassalam!!

Cantik

Allah Yang Maha Cantik dan suka akan yang cantik- cantik
Alam ciptaan Allah amatlah Cantik
Bunga-bunga berwarna merah, kuning, putih… dipadu dengan hijaunya dedaunan… dengan bentuk nan elok… sungguh perpaduan yang sempurna… sungguhlah Cantik
Langit biru… awan putih… berarak-arak…dengan bentuk yang indah amatlah Cantik …
Desiran angin… hamparan pemandangan… pegunungan… begitu menyejukkan pandangan… menyejukkan hati… dan semakin nyatalah kebesaran pencipta-Nya.. yaitu Yang Maha Cantik..
Tiada satupun alam ini tidak yang Cantik … semua begitu sempurna dalam penciptaan-Nya… semuanya Cantik …. seperti dalam firman-Nya :

“Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah”. (Al-Mulk : 3-4)

Sesungguhnya wanita diciptakan dengan keadaan yang Cantik … tapi.. sekaligus menjadikanya fitnah…
Kata Rasul, bila wanita berjalan satu langkah meninggalkan rumahnya, maka syaitan akan mengikutinya dari belakang….sehingga wanita adalah sumbernya fitnah… kecuali wanita menguatkan imannya… dengan menutup auratnya… dapat mengendalikan matanya, pendengaran dan lisanya dari yang dilarang Allah…

Cantik fisik adalah anugrah… tapi cantik hati adalah yang hakiki….
Cantik fisik sering menyesatkan diri maupun orang lain…
Cantik fisik sering membuat seseorang lalai.. sombong… dan sering menghantarkan seseorang ke jurang kenistaan… kemaksiatan…
Tapi Cantik hati… Cantik dari dalam sanubari yang akan memancarkan cahayanya sehingga akan menampilkan Cantik secara keseluruhan… iner beauty
Memancarkan ke Cantik wajahnya… karena wajahnya selalu tampak cerah…selalu ada senyum dibibirnya… semua masalah dihadapi dengan hati yang tenang… sabar… penuh keiklasan karena Allah…. Dia tahu semua ujian adalah cara Allah mempercantik dirinya, karenanya semua dikembalikan kepada Yang Maha Cantik
Memancarkan kecantikan perbuatan…. Karena setiap gerak langkahnya ditujukan untuk mencapai ridho dari Yang Maha Cantik …. Yang membuat ke Cantik kan….
Betapa Cantik Allah….
Dengan ciptaan yang cantik - cantik ….
Dan suka yang cantik - cantik
Cantik secara hakiki…. Cantik dari dalam hati….

Wahai para wanita….kita selalu berhias diri agar cantik ….
Berhias diri secara fisik itu biasa… Tapi berhias diri dengan keimanan itu yang utama….
Karena itulah yang diinginkan Allah yang Maha cantik pada hamba-Nya..
Sungguh cantik dan indah Islam menentukan kesempurnaan dari seorang anak manusia…
Karena semua orang dapat meraih ke cantik kan bila ia mau… walaupun ia tidak cantik /cacat secara fisik dalam pandangan manusia… tapi dalam pandangan Allah semua sempurna dalam penciptaan…
Itulah keadilan penciptaan… kehidupan ini adalah ujian… Allah hanya ingin menguji keimanan dari setiap mahluknya… ke cantikan fisik hanyalah perhiasan…
Ke cantik an hatilah yang menyebabkan seseorang mulia dimata manusia dan pastinya mulia dimata Yang Maha cantik … Allah Subhana wata’ala… Subhanallah….

Tanda-Tanda Kematian

PERHATIKAN dan RENUNGKAN.. Apa yang anda PIKIRKAN??....Bagaimana kalau yang di TANDU itu adalah ANDA..?? Suka ataw tidak SUKA anda akan mengalaminya sekali dalam seumur hidup ANDA. Ini yang disebut dengan MATI.. Awal dari kehidupan yang SESUNGGUHNYA..!!!!

Tanda-tanda kematian menurut ulama adalah benar dan nyata, hanya amalan dan ketakwaan kita saja yang akan dapat membedakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini. Rasulullah SAW diriwayatkan, masih mampu memperlihat dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara langsung akan kesukaran menghadapi sakaratul maut dari awal hingga akhir hayat Baginda. Imam Ghazali rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehingga beliau mampu mempersiapkan dirinya untuk menghadapi sakaratulmaut secara sendirian. Beliau menyediakan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduk serta kafannya, hanya ketika sampai bahagian tubuh dan kepala saja beliau telah memanggil abangnya yaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bahagian mukanya.

Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah SWT tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertobat dan selalu siap dalam perjalanan menghadap Allah SWT. Walau bagaimanapun, semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja, sedangkan orang-orang kafir yaitu orang yang menyekutukan Allah, nyawa mereka ini akan dicabut tanpa peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah SWT.

Adapun tanda-tanda ini terdiri beberapa keadaan :

100 Hari Sebelum Hari Kematian
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yg dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil. Contohnya seperti daging sapi/kambing yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

40 Hari Sebelum Hari Kematian
Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

7 Hari Sebelum Hari Kematian
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.

3 Hari Sebelum Hari Kematian
Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui/ dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

1 Hari Sebelum Hari Kematian
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda akhir
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

BERSIAP SIAPLAH.....HARI ITU PASTI AKAN DATANG!! ..SUDAH SIAPKAH BEKAL KITA..!????????

Hebatnya Wanita

Allah SWT yang maha Agung mengistimewakan penciptaan wanita dengan kelebihan yang luar biasa, seolah berkata pada malaikatnya :
“Ketika AKU akan menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa".

AKU membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.”

“AKU memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.”

“AKU memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”

“AKU memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.”

“AKU memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.”

“AKU memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.”

“Dan akhirnya, AKU memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.”

“Kau tahu??: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana model rambutnya.” Namun “Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah PINTU HATINYA, tempat dimana CINTA ITU ADA.

WAHAI PARA WANITA KALIAN HARUS TAU BETAPA BERHARGANYA ANDA!!!

Makna Kehidupan

Hidup adalah misteri Ilahi
Misteri yang harus diungkapkan lewat perjalanan waktu yang ditempuh seorang manusia
Manusia sebenarnya adalah seonggak tulang dan daging yang diberi sifat hidup oleh Yang Maha Hidup dan Yang Maha Pengatur Kehidupan
Tiada satupun yang dipunya… walaupun dirinya sendiri…

Manusia adalah sosok yang hina…
Karena dibentuk dari perpaduan cairan dua tulang dada dan sulbi
Yang tak dapat hidup tanpa makanan… tanpa air….tanpa udara
Tanpa bantuan orang lain… tanpa bantuan Allah…

Manusia adalah sosok yang bodoh…dan do’if
Dia tak kan tahu apa-apa tanpa pengetahuan dari Allah

Manusia adalah sosok yang miskin.. seperti dimana dia hadir di muka bumi
Semua yang dimilikinya adalah pinjaman dari Yang maha Pemilik Kehidupan
Sanak keluarga, harta, tahta, ilmu serta masa yang diberikan adalah amanah yang dititipkan padanya untuk dijaga dan dipelihara
Dan akan dipertanyakan pada akhirnya
Pada hari dimana lisan tak dapat berkata-kata
Pada hari dimana seluruh anggota tubuh menjadi saksi
Saksi dari kehidupan yang telah dijalaninya

Tetapi Allah… Allah adalah pemilik alam semesta
Dia-lah yang menciptakan segalanya
Dia-lah yang memeliharanya…. Serta membinasakan semua yang pernah dihidupkan-Nya
Allah yang Maha mengetahui dari partikel yang terhalus sampai benda-benda dijagat raya..
Dari mahluk-Nya di bumi sampai mahluk-Nya di langit…
Allah yang memiliki ini semua
Tak ada satu jiwapun melainkan semua dalam genggaman-Nya… dalam pantauan-Nya…

Allah telah menentukan takdir tiap mahluk-Nya..
Takdir yang telah ditetapkan 500 tahun sebelum mahluk itu diciptakan
Semua telah tertulis dikitab di sisi Allah di Laufh Mahfuzd
Manusia tinggal menjalaninya sesuai yang dikehandaki-Nya

Ada takdir manusia yang ditakdirkan menjadi penghuni neraka
Maka manusia itu dalam hidupnya akan dimudahkan menuju amalan neraka
Sebaliknya… Ada takdir manusia yang ditakdirkan menjadi penghuni surga
Maka manusia itu dalam hidupnya akan dimudahkan menuju amalan surga

Tapi Allah tidak pernah mensia-siakan amalan perbuatan manusia
Dia telah menunjukkan jalan yang benar dengan menurunkan suatu peta perjalananan kehidupan agar manusia dapat selamat dunia dan selamat di akherat
Peta itu begitu lengkap mengulas masalah dunia sampai akherat…
Dari belum diciptakan dunia ini sampai dibinasahkan-Nya..
Dari penciptaan malaikat… jin… sampai manusia…
Dari kabar-kabar bangsa-bangsa terdahulu… cerita para Nabi dan rasul… hingga sifat-sifat manusia yang taat dan ingkar pada Tuhannya..
Semua terangkum dalam satu mushab yakni Al-Qur’an Nur Karim
Kitab yang mulia yang diturunkan kepada Rasulullah yang mulia Muhammad SAW
Allahuma Shali ala Syaidina Muhammad.. wa ala ali Syaidina Muhammad…

Tapi.. ada tiga macam prilaku manusia dalam menyikapi Al-Qur’an..
Ada yang membelakanginya.. serta tak perduli akan nasehat-nasehat di dalamnya
Jika Al-Qur’an dibacakan, dia akan menutup telinganya rapat-rapat seperti bila dia mendengar suara petir yang menggelegar…
Al-Qur’an dijadikan bahan olok-olokan…
Itulah orang-orang yang dimatikan hatinya oleh Allah, yakni orang-orang kafir dengan ayat-ayat Allah… Nauzubilah min zalik

Ada orang yang memilih-milih aturan yang ditetapkan Al-Qur’an
Bila menguntungkan dirinya.. dia akan laksanakan
Tapi bila merugikan dirinya… dia akan tinggalkan…
Itu adalah orang yang mempunyai penyakit dalam hatinya
Yakni orang-orang fasik terhadap ayat-ayat Allah…
Kalau kehidupan di dunia ini tak dijadikan pelajaran bagi kefasikkannya maka dia akan termasuk orang-orang yang merugi…
Sedangkan bila kehidupan di dunia ini dia jadikan pelajaran bagi kefasikkannya maka dia dijadikan Allah termasuk orang-orang yang beruntung…

Tapi ada juga orang-orang bila dibacakan Al-Qur’an hatinya akan bergetar..
Dia selalu haus akan nasehat-nasehat dari Al-Qur’an…
Al-Qur’an dijadikan teman akrab dalam hidupnya..
Disetiap geraknya dia selalu mengikuti petunjuk Al-Qur’an yang merupakan petunjuk dari Allah… Hatinya selalu merindukan cahaya Al-Qur’an…
Hatinya begitu lembut untuk mengejar kebaikan…
Sehingga hidupnya dihabiskan untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an…
Berbahagialah dia… Karena mereka adalah orang-orang yang dihidupkan hatinya…
Dan mereka adalah termasuk orang-orang yang bertakwa pada Tuhannya..
Merekalah orang-orang yang didekatkan dengan amalan surga…

Anugrah hidayah dari Allah tidak datang begitu saja pada setiap insan
Semua harus diusahakan…
Usaha untuk mengetahui apa makna sebenarnya kehidupan di dunia ini…
Untuk apa manusia dilahirkan… Mengapa semua di alam ini selalu berpasang-pasangan…
Mengapa ada laki-laki… Mengapa ada perempuan…
Mengapa ada siang… Mengapa ada malam….
Mengapa ada langit… Mengapa ada bumi…
Mengapa ada baik… Mengapa ada buruk….
Mengapa ada kaya… Mengapa ada miskin…
Mengapa ada kegembiraan…Mengapa ada kesusahan…
Mengapa ada surga… Dan sebaliknya mengapa ada neraka….
Masih banyak sekali pertanyaan yang harus ditanyakan manusia dengan dirinya….

Bila dia ingin mengetahui makna kehidupan sebenarnya..
Dia harus tahu untuk apa dia diciptakan di dunia ini… dan siapa yang menciptakan dirinya…
dan akan kemanakah dia setelah kehidupan di dunia ini…
Tapi kalau dia tak mau tahu tentang semua ini…
Malah semakin dia asik bersenang-senang dan menghabiskan waktu dengan sia-sia…
Hanya mengikuti kemauan nafsu… nafsu yang hanya mempercantik diri secara fisik…
Tanpa memikirkan dirinya yang sebenarnya yaitu ruhnya yang tetap akan hidup walaupun jasad telah terbujur kaku… telah dimakan tanah…
Ruhnya yang nanti akan menghadap Tuhannya…
Dan akan mempertanggung-jawabkan perbuatannya selama hidup di dunia…
Dimana pada waktu itu mulut terkunci, hanya tangan, kaki, mata, telinga, kulit akan jadi saksi… atas amal perbuatan yang dilakukannya..

Berbahagialah orang-orang yang menjadikan ujian dalam kehidupan ini nasehat baginya…
Al-Qur’an sebagai petunjuk baginya… setiap saat selalu ingin memperbaiki diri…
Mengisi ruhnya dengan kalimat-kalimat Allah…
Mensucikan dirinya dari larangan-larangan Allah…
Mereka ingin hidupnya semata-mata hanya dipersembahkan bagi Tuhannya…
Seluruh amal perbuatannya ditujukkan untuk mendapatkan Ridho Allah…
Mereka tak perduli kesusahan hidup di dunia… karena tujuan mereka hanya mendapatkan kesenangan di akherat…
Mereka tahu dunia akan binasa… sedang kehidupan akherat adalah kekal…
Mereka begitu yakin akan nasehat dari Al-Qur’an… walau orang-orang kafir selalu mendustainya… Dan mereka yakin Allah selalu akan menjadi penolong baginya…
Itulah kebahagian sebenarnya…
Kebahagian yang hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang percaya akan janji Allah…
Karena Allah adalah yang paling pasti janjinya…
Mereka adalah orang-orang dikuatkan hatinya dengan keimanan kepada Allah…
Ada keyakinan dalam hatinya yang tak dapat tergantikan oleh apapun…
Walaupun seluruh harta di bumi ini….
Keyakinan sehingga mereka iklas berjihad dijalan-Nya…
Menyerahkan seluruh jiwa raga… hidup mati hanya pada Sang Pengatur Kehidupan….
Mereka tak akan bersedih atas celaan orang-orang yang suka mencela…
Karena mereka tahu setiap perbuatan pasti akan dibalas sesuai dengan amalannya…
Barang siapa melakukan kebaikan walau seberat biji sawipun pasti akan ada pembalasannya…
Dan sebaliknya barang siapa melakukan keburukan walau seberat biji sawipun pasti akan ada dibalas dengan kejahatan yang seimbang…

Oh.. Tuhanku… lindungilah aku dari perbuatan yang mencelakan diriku…
Jauhkan aku dari godaan syaitan yang berujud jin ataupun manusia..
Karena syaitan adalah musuh yang sangat nyata bagi manusia..
Syaitan yang selalu ingin menyesatkan manusia dari jalannya..
Dia yang selalu mengajak manusia menjadi temannya.. dan kelak akan bersatu dengannya untuk memasukki neraka yang menyala-nyala…
Yang bahan bakarnya dari manusia dan batu…
Yang penjaganya adalah malaikat-malaikat yang berwajah garang yang taat kepada Tuhannya

Oh.. Tuhanku.. Tunjukkan aku jalan yang lurus.. yaitu jalan-jalan menuju ridho-Mu..
Jangan jadikan aku termasuk orang yang sia-sia dan orang-orang yang mencelakakan diri..
Kuingin kembali pada-Mu dalam Ridho-Mu…

Penjemputan.

Kisah nyata untuk perenungan bagi kita...
PERNAHKAH Anda melihat seseorang menjelang sakratul maut? Berapakali Anda melihat mereka yang terbelalak ketakutan, yang kesakitan atau yang hanya seperti hendak tidur? Aku punya seorang teman dekat di SMU I Binjai bernama Wati. Ia dara berjilbab yang sangat cantik, supel, berbudi, senang menolong orang lain dan selalu menjadi juara kelas.

Seperti mendengar petir di siang hari, saat kudengar ia yang sudah sekian lama tak masuk sekolah ternyata mengidap kanker rahim. Bahkan sudah menyebar hingga stadium empat!! Sekolah kami berduka. Para aktivis rohis amat sedih karena Wati adalah motor segala kegiatan dakwah. Ide-idenya segar. Ia selalu punya terobosan baru. Ia bisa mendekati dan disukai siapapun. Sungguh, kami tak memiliki Wati yang lain. Betapa pedih menatapnya hari itu, Ia tergolek lemah di ranjang. Badannya menjadi amat kurus. Wajahnya sangat pucat pasi. Setelah sakit berbulan-bulan, hari ini ia tak mampu lagi mengenali kami! “Wati sudah sebulan ini tak bisa bangun,” kata ibunya sambil mengusap airmatanya. Namun kami berbelalak, saat baru saja ibunya selesai bicara, perlahan Wati berusaha untuk bangun. Kami semua tercengang saat ia berdiri dan berjalan melintasi kami seraya berkata dengan suara nyaris tak terdengar, “Aku mau berwudhu dan shalat Dhuha.”
Serentak kami semua berebutan membimbingnya ke kamar mandi. Setelah itu ibunya memakaikannya mukena dan sarung. Sementara ayahnya kembali membaringkannya di tempat tidur karena ia terlalu lemah untuk shalat sambil berdiri

HENING!!!. Tak seorang pun yang bersuara saat ia melakukan sholat Dhuha. Selesai sholat, saat ibunya akan membukakan mukena, ia melarang dengan halus. Lalu lama sekali dipandanginya wajah ibu, ayah dan adik-adiknya satu persatu bergantian. Dari mulutnya terus menerus terdengar asma Allah. kami yang menyaksikan tak kuat lagi menahan tangis.
Tiba-tiba Wati tersenyum. Ia memandang kami, teman-temannya, dengan penuh sayang. Lalu kembali memandang wajah ayah, ibu dan adik-adiknya bergantian. Kini kulihat butiran bening menetes dari sudut matanya. Lalu susah payah ia mengangkat kedua tangannya dan mendekapkannya di dada. Dengan tersenyum ia menutup kedua matanya sambil mengucapkan dua kalimat syahadat dengan sangat lancar.

Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun. Ia telah pergi untuk selamanya. Bagai melayang aku menyaksikan semua. Dadaku berdebar, lututku gemetar .Subhanallah, ia telah kembali dengan sangat sempurna dalam usia yang baru 18 tahun. Tiba-tiba, antara ilusi dan kenyataan, aku mencium wewangian. Tubuhku bergidik. Aku menangis terisak-isak. Ya... Allah Ya.. Robbi, siapkah aku bila Engkau ingin bertemu??

Seandainya.

Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita.... Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan?

Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah kita.

Beliau tentu tersenyum....

Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.

Beliau tentu tetap tersenyum....

Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang atau koleksi patung-patung yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa.

Barangkali kita akan memindahkan kaligrafi lafaz Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.

Beliau tentu tersenyum....

Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita?
Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat, dangdud, pop dll daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW dan para sahabatnya karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita.

Beliau tentu tersenyum....

Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya, tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers atau Kura-kura Ninja, Avatar ataw lainnya.

Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi yg besar ataw kamar koleksi hobby atau ruang fitnes kita menjadi ruang Shalat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.

Beliau tentu tersenyum....

Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Ke mana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?

Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi. Lebih asyik Fesbuk ketimbang bergegas ke masjid bagi laki2...

Beliau tentu tersenyum....

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur'an.
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.

Beliau tentu tersenyum....

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita.
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.

Betapa senyum beliau masih ada di situ....

Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita.... Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita?

Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu?

Maafkan kami ya Rasulullah....
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir....

Betapa malunya kami yang mengaku umatmu ya Rasulullah
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah........

Berbahagialah

Berbahagialah orang-orang yang beriman…….
Yaitu orang-orang yang mengikuti perintah dan menjauhi larangan TUHANnya
Orang-orang yang hidupnya berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah…
Orang-orang yang merendahkan hati lewat ruku’ dan sujudnya pada ALLAH…
Orang-orang yang hati dan lisannya basah oleh zikruLLAH…
Orang-orang yang hatinya hanya disandarkan pada ILLAHI…
Orang-orang yang meneguhkan diri untuk mencintai ALLAH dan mencintai Rasulullah lebih dari apapun di dunia ini….
Orang-orang yang setiap perbuatanya iklas karena ALLAH.. tak pernah memandang pendapat manusia… walau dicerca dan dihina…
Orang-orang yang meneguhkan hatinya pada keimanan pada ALLAH…
Orang-orang yang mensucikan diri… dari kekotoran hati…dari perbuatan sia-sia…
dari harta haram… Orang-orang yang menyibukkan diri dengan lautan ilmu ALLAH..

Berbahagialah dia… seperti yang ALLAH kabarkan lewat firman-Nya…
Hati terasa lapang… terasa indah… tiada kesusahan… tiada kegelisahan.. tiada ketakutan… tiada kekalutan…. Karena semua urusan telah diserahkan pada-NYA…
Orang-orang yang beriman merasa kehidupan ini merupakan ujian dari ALLAH…
Ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran… dengan ketabahan…
Dengan menyadari semua perbuatan ada pertanggung-jawaban…
Mereka rela hidup dibawah peraturan yang MAHA PENGATUR HIDUP…
Mereka merasa tiada memiliki apapun di dunia ini…seperti pada saat dia hadir di dunia ini…telanjang…… Tanpa membawa apapun jua….dia merasa semua yang dimiliki di dunia ini, seperti keluarga, harta, jabatan merupakan amanah dari YANG MAHA MEMILIKI KEHIDUPAN…
Yang dengan sekuat tenaga dan daya upaya yang diberikan ALLAH akan mereka jaga dengan sebaik-baiknya sesuai perintah-NYA… sehingga mereka dapat pertanggung-jawabkan kelak dihadapan-NYA pada hari dimana tiada tempat berlindung kecuali atas RAHMAT-NYA….

Berbahagialah orang-orang yang beriman……. Orang-orang yang hatinya tak pernah mati… Yang tak pernah lepas dari mengingat ALLAH…
Baik pada saat dia tidur, duduk ataupun berdiri…tiada duka cita pada hati dan wajahnya… dia merasa apa yang diciptakan ALLAH tiada yang sia-sia… Semua merupakan sunah-NYA…tak pernah berburuk sangka pada ALLAH dan juga pada manusia lainnya… Dia percaya takdir ALLAH merupakan yang terbaik pada setiap mahluk….

Berbahagialah orang-orang yang beriman….
Orang-orang yang lembut hati untuk menerima kebaikan… menerima cahaya keimanan… Tak pernah ada pertentangan dalam hatinya dalam mengamalkan perintah ALLAH… Hatinya selalu tawadu’……tunduk patuh menjalankan perintah-NYA dan menjauhi semua larangan-NYA…
Wajahnya selalu berseri dengan senyum yang selalu menghiasi… hatinya jernih… Tiada kesombongan dari lisan ataupun prilakunya… kata-katanya tiada mengandung kesia-siaan… Orang-orang yang matanya selalu basah dengan air mata… air mata ketawadu’an…. Hati berdebar.. Jiwa tergetar saat menyebut nama-NYA YANG AGUNG… berbahagialah dia.. berbahagialah dia…

Ohh..ALLAH… tolonglah hamba ini….
Yang ingin menjadi bagian dari hamba-hamba-MU yang berbahagia itu…
Masukkan hamba dalam golongan mereka Ya ALLAH…
Golongan orang-orang yang ENGKAU sayangi…ENGKAU beri rahmat….masukkanlah hamba ini ya ALLAH….
Hamba ingin merasakan manisnya iman seperti yang mereka rasakan atas RAHMAT-MU atas PERTOLONGAN-MU… Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Ikhlas

Al-Mulk:2 "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun".
Hanya “ENAM” huruf...namun butuh proses yang sangat panjang dan BERLIKU untuk mengaplikasikannya" demikian ungkap sahabat FB-WJ. Benar......., Allah Ta'ala.. pertama kali mencipatakan manusia "Adam as" mengajarkan tentang IKHLAS pada semua mahluk untuk hormat secara 'IKHLAS' pada Nabi Adam atas kelebihannya. Dari semua mahluk ciptaanNya yang ingkar dan menolak untuk "IKHLAS" adalah iblis laknatullah.

Untuk MENJADI IKHLAS sangat berat memang,...karena...inilah "PROYEK" panjang iblis berusaha "WARISKAN" ke"SOMBONGAN dan ke"INGKAR"an"nya pada jiwa manusia.
IKHLAS adalah penentu "FLUKTUASI"nya nilai ibadah seseorang.
IKHLAS penentu berat ringannya 'Nilai Ibadah'.
IKHLAS ada DEWAN JURI yang bersemayam dalam hati ataw QALBU. Ketika mata melihat, telinga mendengar, tangan-kaki berbuat dan indera perasa bekerja.... maka ketika itu Hati ber'UCAP'.... dan seketika itu malaikat mencatat nilai2 IKHLAS.

Ciri orang yang memiliki ke-IKHLAS-an :
1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa,
2. Tidak tergantung / berharap pada makhluk
3. Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil
4. Banyak amal kebaikan yang rahasia
5. Tidak membedakan antara golongan, ras, bendera atau organisasi.

Pembinaan IKHLAS tumbuh sejak kecil... dimulai dari pengalaman lingkungan keluarga dan luar rumah. Dia tumbuh dari teladan sikap orang tuanya dan diluar rumah didapat dari pergaulannya. Bila buruk pengalaman dari keluarga maupun lingkungannya maka sikap iklhlasnyapun dapat direka. Namun Allah Maha Pemaaf dan Yang Maha Membolak balikan hati manusia masih memberikan peluang agar amalannya tidak hilang, yakni sadar dan segera bertaubat serta istighfar atas khilafnya dan selalu berusaha meningkatkan keimanannya.

IKHLAS bermuara dari kebesaran hati, sabar, lapang dada dan jujur dalam sikap serta perbuatan seseorang. Begitu besar pengaruh orang yang IKHLAS itu, sehingga dengan kekuatan niat IKHLASnya mampu menembus ruang dan waktu. Seperti halnya apapun yang dilakukan, diucapkan, dan diisyaratkan Rasulullah, mampu mempengaruhi kita semua walau beliau telah wafat ribuan tahun yang lalu namun kita senantiasa patuh dan taat terhadap apa yang beliau sampaikan.

Bahkan orang yang IKHLAS bisa membuat iblis (syaitan) tidak bisa banyak berbuat dalam usahanya untuk menggoda orang IKHLAS tersebut. Ingatlah, apapun masalah kita kita janganlah hati kita sampai pada masalah itu, cukuplah hanya ikhtiar dan pikiran saja yang sampai pada masalah tersebut, tapi hati hanya tertambat pada Allah SWtT yang Maha Mengetahui akan masalah yang kita hadapi tersebut.

Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah berkata dalam kitab Al Hikam, “Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya adalah tempat terdapatnya rahasia IKHLAS (ketulusan) dalam amal perbuatan”

Iklhas paling penting untuk dipahami dan diamalkan, karena amal yang akan diterima Allah SWT hanyalah amal yang disertai dengan niat IKHLAS.
“Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat IKHLAS kepada Allah dalam menjalankan agama”.

Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak IKHLAS, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT, sedang amal yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah SWT bila disertai dengan IKHLAS.
Tidaklah heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu, atau hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan bahagia, karena kunci dari itu semua belum kita dapatkan, yaitu sebuah keIKHLASan.

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" (Al A'raaf:23)

Hadis Keutamaan IKHLAS

  1. Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)
  2. Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak memandang postur tubuhmu dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaanmu, tetapi Allah memandang pada hatimu. Barangsiapa memiliki hati yang shaleh maka Allah menyukainya. Bani Adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertakwa. (HR. Ath-Thabrani dan Muslim)
  3. Barangsiapa memurkakan (membuat marah) Allah untuk meraih keridhaan manusia maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhoinya menjadi murka kepadanya. Namun barangsiapa meridhokan Allah (meskipun) dalam kemurkaan manusia maka Allah akan meridhoinya dan meridhokan kepadanya orang yang pernah memurkainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya dan perbuatannya dalam pandanganNya. (HR. Ath-Thabrani)
  4. Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terang-terangan). (HR. Al Hakim)
  5. Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, seseorang melakukan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan bila diketahui orang dia juga menyukainya (merasa senang)." Rasulullah Saw berkata, "Baginya dua pahala yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan." (HR. Tirmidzi)
  6. Agama ialah keikhlasan (kesetiaan atau loyalitas). Kami lalu bertanya, "Loyalitas kepada siapa, ya Rasulullah?" Rasulullah Saw menjawab, "Kepada Allah, kepada kitabNya (Al Qur'an), kepada rasulNya, kepada penguasa muslimin dan kepada rakyat awam." (HR. Muslim)

Semoga Allah SWT membimbing kita pada jalan-Nya sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang IKHLAS.

Baarakallaahu lakumaa wa baaraka 'alaikum
'May Allah swt shower His blessings upon you' Amin Sum'Aamin!
Wassalamu alaikum wa rahmatullah wabarakatuh
Dari berbagai sumber

Penghambaanku

Ditengah sepinya malam yang semakin merangkak berjalan
kurenungi diri yang begitu jenuh dengan dosa
masa laluku yang tak dapat terulang
kekhilafanku karena jauh dari yang Maha Pemberi Penerang Hati
begitu kuselali yang pernah terjadi
ku ingin kembali untuk perbaiki diri
ku ingin kembali pada Mu Ya Allah
kini ku ingin bertobat

di relung hatiku yang dalam
di sedikit iman yang ku miliki
ku coba menghamba pada Mu Ya Rahman
ku coba menuju Mu Ya Rahim

dapatkah Engkau terima sedikit iman ini..?
apakah Engkau mau melihat diri yang hina dina ini…?
begitu kecil diri ini dihadapan Engkau Ya Aziz
begitu tak berharganya diri ini di hadapan Engkau Ya Ghaffar
begitu kotornya diri ini Ya Qudus

Ya Rabbi… ku mohon ampunan dari Mu
Begitu ku takut dengan ke Maha Kekuasaan Mu
Begitu ku takut dengan ke Maha Besaran Mu
Begitu ku takut dengan kemarahan Mu
Begitu ku takut dengan neraka Mu

Ku coba sedikit mencari ke Ridho-an Mu…
walaupun sedikit yang dapat Engkau berikan padaku
ku coba sedikit memohon kasih sayang Mu
walaupun sedikit yang dapat Engkau curahkan padaku

kumohon Engkau genggam aku
agar aku tidak tersesat lagi
kumohon Engkau genggam aku dan jangan Engkau lepaskan lagi
kuingin tetap mencinta Mu melebihi cinta dengan yang lain
ku tak ingin menduakan Mu Ya Allah
ku tak ingin lagi jauh dari Mu…
aku begitu takut bila diri ini tidak mengingat Mu walau hanya sedetik
dan akupun selalu berharap engkau jangan melupakanku
oh.. Allah… tetaplah dihatiku

Hikmah

SAYIDINA ABU BAKAR Rha. Berkata :
Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas dari salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan, yaitu:
1. Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya.
2. Hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim.
3. Hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula.
4. Adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna.

SAYIDINA UMAR AL KHATTAB Rha. berkata :
1. Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.
2. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.
3. Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya
4. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.

SAYIDINA USTMAN IBNU AFFAN Rha. berkata :
Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:
  1. Hatinya selalu berniat suci
  2. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah
  3. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa)
  4. Segala perkara dihadapinya dengan sabar dan tabah
  5. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.
SAYIDINA ALI KARRAMALLAHU WAJHAH, berkata :
  1. Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'.
  2. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia.
  3. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpa mengambil pangajaran daripadanya.
  4. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat warak (memelihara diri dan hati-hati dari dosa).
  5. Tiada kebaikan mengambil teman se-iman tanpa saling sayang-menyayangi.
  6. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki.
  7. Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan.
  8. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, berarti dia tidak warak. Sedang orang yang tidak warak itu berarti hatinya mati.

Nasihat termasuk buat diri saya dan camkanlah baik-baik nasihat ini!!

Jum'at

Segala puji bagi Allah Rab semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah, beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman..
Allah Ta'ala telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada Jumat ini. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum'at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya. Sebagaimana Rasulullah bersabda: "Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum'at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk". (HR. Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah l memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah l berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum'at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum'at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum'at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma'ad: 1/398).

KEUTAMAAN HARI JUM'AT
  1. Hari Terbaik "“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Hurairah dan Muslim)

  2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a. "Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)

    Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat:
    • Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum’at. Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum’at?” Lalu Abu Burdah mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’” (HR. Muslim). Imam Nawawi rahimahullah menguatkan pendapat di atas. Sedangkan Imam As-Suyuthi rahimahullah menentukan waktu yang dimaksud adalah ketika shalat didirikan.
    • Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah ‘ashar. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud)
    Ibnu Qayyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

  3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya. Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

  4. Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga. Sahabat Anas bin Malik z dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

  5. Hari besar yang berulang setiap pekan. "Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu ……". (HR. Ibnu Majah)

  6. Hari dihapuskannya dosa-dosa. "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

  7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa. "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

  8. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur. "Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).
Amal-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at
  1. Memperbanyak shalawat atau puji-pujian kepada Rasulullah SAW. Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih)
  2. Membaca surat Al Kahfi. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
  3. Memperbanyak do’a.
  4. Bagi kaum laki-laki wajib melaksanakan shalat jum’at.
Amalan-amalan shalat jum’at:
  • Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
  • Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at.
  • Diam mendengarkan khatib berkhutbah.
  • Memakai pakaian yang terbaik.
  • Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.
Dengan melakukan amal-amalan yang disyari’atkan di hari jum’at mudah-mudahan kita mendapatkan ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Ampunan Allah SWT sendiri memang ada sepanjanjang kita mau bertaubat. Keberkahan Allah SWT juga bisa diberikan kapan saja, bukan hanya pada hari jum’at. Namun, sebagaimana Allah telah menjadikan kota Mekkah dan Madinah sebagai kota suci, menjadikan Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha sebagai masjid paling utama, menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan paling mulia diantara bulan-bulan lainnya, menjadikan malam lailatul qadar sebagai malam seribu bulan, menjadikan sepertiga malam sebagai waktu paling efektif untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, begitupun hari jum’at, Allah telah menjadikan hari jum’at sebagai rajanya hari, sayyidul ayyam.

Namun, meskipun hari jum’at adalah hari istimewa, kita tidak selayaknya berlebih-lebihan menanggapinya atau mengkultuskannya. Tidak boleh kita terlalu menjadikan hari jum’at sebagai hari dimana semua ibadah dilakukannya di hari ini. Ya misalnya, kita mengkhususkan ibadah tertentu contohnya puasa khusus di hari jum’at saja atau kita mengkhususkan bacaan dzikir, doa dan membaca surat-surat tertentu yang khusus dilakukan di hari jum’at saja. Itu kan tidak boleh, kecuali yang sudah disyari’atkan oleh agama.

wallahu a'lam..
Baarakallaahu lakumaa wa baaraka 'alaikum
'May Allah swt shower His blessings upon you' Amin Sum'Aamin!
Wassalamu alaikum wa rahmatullah wabarakatuh

Kesehatan Rasulullah

"Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan." HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban
Konon, selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sakit dua kali. Yaitu setelah menerima wahyu pertama, ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam hebat. Yang satunya lagi menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit yang sangat parah, hingga akhirnya meninggal. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasul mengalami sakit lebih dari dua kali.

Berapa pun jumlahnya, dua, tiga atau empat kali, memperjelas gambaran bahwa beliau memiliki fisik sehat dan daya tahan luar biasa. Padahal kondisi alam Jazirah Arabia waktu itu terbilang keras, tandus dan kurang bersahabat. Siapa pun yang mampu bertahan puluhan tahun dalam kondisi tersebut, plus berpuluh kali peperangan yang dijalaninya, pastilah memiliki daya tahan tubuh yang hebat.

Mengapa Rasulullah SAW jarang sakit? Pertanyaan ini menarik untuk dikemukakan. Secara lahiriah, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Jika kita telaah Alquran dan Sunnah, maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan. Hal ini mengindikasikan betapa Rasulullah SAW sangat peduli terhadap kesehatan. Dalam Shahih Bukhari saja tak kurang dari 80 hadis yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar luas dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dsb.

Cara Rasulullah menjaga kesehatan
Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah SAW selalu tampil fit dan jarang sakit. Di antaranya:
Pertama, selektif terhadap makanan. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda, "Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran" (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan. "Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan" (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Ketiga, makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang. Apa hikmahnya? Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

Keempat, cepat tidur dan cepat bangun. Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.

Cara tidurnya pun sarat makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.

Kelima, istiqamah melakukan saum sunnat, di luar saum Ramadhan. Karena itu, kita mengenal beberpa saum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, ayyamul bith, saum Daud, saum enam hari di bulan Syawal, dsb. Saum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, manahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Saum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Saum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.

Selain lima cara hidup sehat ini, masih banyak kebiasaan Rasulullah SAW yang layak kita teladani. Dalam buku Jejak Sejarah Kedokteran Islam, Dr Ja'far Khadem Yamani mengungkapkan lebih dari 25 pola hidup Rasul berkait masalah kesehatan, sebagian besar bersifat pencegahan. Di antaranya cara bersuci, cara "memanjakan" mata, keutamaan berkhitan, keutamaan senyum, dsb.

Yang tak kalah penting dari ikhtiar lahir, Rasulullah sangat mantap dalam ibadah ritualnya, khususnya dalam shalat. Beliau pun memiliki keterampilan paripurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati. Penelitian-penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memenej hati, pikiran dan perasaan, serta ketersambungan yang intens dengan Dzat Yang Mahatinggi akan menentukan kualitas kesehatan seseorang, jasmani maupun ruhani.

Wallahu a'lam

Anjing-anjing Neraka

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :
(1) Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.
(2) Bacalah Al-Qur'an
(3) Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.
(4) Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.
(5) Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.
(6) Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.
(7) Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.
(8) Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.
(9) Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.
(10) Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Niscaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."

Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"
Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."

Adzan

Saat seruan adzan diperdengarkan
Pertanda saat panggilan Allah tiba
Dimana saat limpahan Rahman dan Rahim Allah pada hamba-Nya
Untuk suatu pertemuan dan jalan-jalan pertobatan

Saat seruan adzan diperdengarkan
Hayya alashsholah…. Marilah sholat…
Sudahkan hati merasa terpanggil…
Terpanggil oleh Sang Maha Pemilik kehidupan
Untuk suatu pertemuan dan pendekatan
Agar diri dapat ridho dan ampunan

Saat seruan adzan diperdengarkan
Hayya alalfallah…. Marilah merebut kemenangan…
Masihkah hati ini cenderung pada masalah dunia
Dan enggan mendatangi tempat suara-suara adzan diperdengarkan…
Untuk mendapatkan suatu yang hakiki
Yaitu kehidupan surga yang abadi

Saat seruan adzan diperdengarkan
Sudahkan lisan ini menjawab tiap-tiap seruannya
Agar lidah ini tiada kelu mengucap kalimat ‘Lailahailallah’ saat sakaratul maut mendatangi
Untuk mendapatkan khusnul khotimah yang diingini

Saat seruan adzan diperdengarkan
Sudahkan lisan ini bersalawat untuk Rasulullah sang junjungan
Agar mendapatkan safaat dan selamat saat meniti jembatan Sirhat
Serta kelak dapat bertemu dengan Sang Pemimpin Dunia Akherat

Saat seruan adzan diperdengarkan
Saat seorang hamba membuktikan penghambaannya pada Sang Khalik
Ya Allah… Sesungguhnya sholatku ibadahku hidupku dan matiku hanya untuk-Mu semata
Saat diri menundukkan hati serendah-rendahnya atas Keagungan-Nya
Tiada suatupun yang berharga.. kecuali penyerahan jiwa dan raga pada-Nya

>>>>>ooo<<<<<

Lidah kelu di saat kematian.
Kematian pasti menjelma.
Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui.
Coba kita amati.... mengapa kebanyakan orang yang “sakarat” (hampir ajal tidak dapat berkata apa-apa, lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya menahan kesakitan sakaratul maut).
Diriwayatkan sebuah hadis "Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirimu."

Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri (berhenti sesaat dari kegiatan), jangan berkata apa-apapun semasa azan berkumandang.
Sebagai muslim kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilahnya.
Jika saja lagu kebangsaan, kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri.... mengapa azan kita enggan mendiamkan diri....???!!

Lantas siapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika sakarat.
Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba….., maka kita tidak dapat mengucapkan kalimah lailahaillallah. Barangsiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya dicabut...Allah menjanjikan syurga untuknya.

Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu walaupun nyawa sedang dicabut.
"Ya...Allah, anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah Laillahaillallah……. Ketika sakaratul maut menghampiri kami...AMIN"

Shalat

  1. Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (HR. An-Nasaa'i dan Tirmidzi)

  2. Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do'a (saat bersujud) (HR. Muslim)

  3. Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali. (HR. Bukhari dan Muslim)

  4. Abdullah ibnu Mas'ud Ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Shalat tepat pada waktunya." Aku bertanya lagi, "Lalu apa lagi?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." Aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." (HR. Bukhari)

  5. Shalat dua rakaat (yakni shalat sunnah fajar) lebih baik dari dunia dan segala isinya. (HR. Tirmidzi)

  6. Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan. (HR. Ahmad)

  7. Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka (putera-puteri). (HR. Abu Dawud)

  8. Barangsiapa lupa shalat atau ketiduran maka tebusannya ialah melakukannya pada saat dia ingat. (HR. Ahmad)

  9. Apabila seseorang mengantuk saat akan shalat hendaklah ia tidur sampai hilang ngantuknya, sebab bila shalat dalam keadaan mengantuk dia tidak menyadari bahwa ketika beristighfar ternyata dia memaki dirinya.(HR. Bukhari)

  10. Janganlah melakukan shalat pada saat hidangan makanan sudah tersedia dan jangan pula memulai shalat dalam keadaan menahan kencing dan buang air (termasuk kentut). (HR. Ibnu Hibban)

  11. Apabila diserukan untuk shalat datangilah dengan berjalan dengan tenang. Apa yang dapat kamu ikuti shalatlah dan yang tertinggal lengkapilah. (HR. Ahmad) Penjelasan: Tidak boleh tergesa-gesa dan berlari-larian menuju masjid.

  12. Allah Ta'ala tetap (senantiasa) berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia mengucap salam (menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR. Mashabih Assunnah)

  13. Allah 'Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus (ngotot) bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku." "Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah keadaannya." (HR. Ad-Dailami)

  14. Nabi Saw ditanya tentang shalat, "Bagaimana shalat yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Berdiri yang lama." (HR. Muslim)

  15. Nabi Saw bila mendengar seruan azan, beliau menirukan kata-kata dan seruannya. (HR. Ath-Thahawi)

  16. Barangsiapa mengucapkan (do'a) setelah mendengar suara muazzin: "Ya Allah, Robb seruan (azan) yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, karuniakanlah kepada Muhammad derajat dan kemuliaan yang tinggi dan kedudukan yang terpuji yang Engkau janjikan untuknya." Maka patut baginya memperoleh syafaat (ku) pada hari kiamat. (HR. Bukhari)

  17. Maukah aku beritahu apa yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?" Para sahabat menjawab: "Baik ya Rasulullah." Beliau berkata, "Berwudhu dengan baik, menghilangkan kotoran-kotoran, banyak langkah diayunkan menuju mesjid, dan menunggu shalat (Isya) sesudah shalat (Maghrib). Itulah kewaspadaan (kesiagaan)." (HR. Muslim).

  18. Sebaik-baik shaf (barisan) laki-laki adalah yang paling depan dan yang terburuk ialah barisan paling akhir. Namun seburuk-buruk barisan wanita adalah yang paling depan dan yang terbaik ialah yang paling belakang. (HR. Muslim)

  19. Rapikan barisanmu, sesungguhnya merapikan barisan termasuk mendirikan shalat. (HR. Ibnu Hibban)

  20. Shalat jama'ah pahalanya melebihi shalat sendiri-sendiri dengan dua puluh tujuh derajat. (Mutafaq'alaih)

  21. Apabila seorang mengimami orang-orang hendaklah meringankan shalat karena di antara mereka terdapat anak-anak, orang tua, yang lemah, yang sakit clan yang punya hajat (keperluan), dan bila shalat sendirian dapat ia lakukan sesukanya. (HR. Bukhari)

  22. Tiga orang yang diridhoi Allah yaitu seorang yang pada tengah malam bangun dan shalat, suatu kaum (jama'ah) yang berbaris untuk shalat dan suatu kaum berbaris untuk berperang (fisabilillah). (HR. Abu Ya'la)

  23. Barangsiapa berjamaah dalam shalat subuh dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari kemusyrikan. (Abu Hanifah)
  24. Ada empat orang tidak diwajibkan shalat jum'at yaitu wanita, budak, orang yang sakit dan musafir (bepergian). (Abu Hanifah)

  25. Barangsiapa meninggalkan shalat jum'at karena meremehkannya tanpa suatu alasan maka Allah Tabaroka wata'ala akan mengunci hatinya. (HR. Bukhari dan Muslim)
  26. Paling afdol (utama) shalat seorang (adalah) di rumahnya kecuali (shalat) yang fardhu (lima waktu). (HR. Bukhari dan Muslim)

  27. Hati manusia kadangkala maju dan kadangkala mundur. Apabila sedang mengalami kemajuan shalatlah nawafil (sunah ba'diyah, qobliyah dan tahajjud) dan bila sedang mengalami kemunduran shalatlah yang fardhu-fardhu saja (lima waktu). (Ath-Thahawi)

  28. Barangsiapa sesudah shalat (fardhu) mengucapkan zikir "Subhanallah" (Maha Suci Allah) 33 kali dan "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah) 33 kali dan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) 33 kali lalu digenapkan yang keseratusnya dengan (membaca): "Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir" (Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah segala kekuasaan dan pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa), maka akan terampuni dosa-dosanya (walaupun) sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim)

  29. Rasulullah Saw berkata kepada Muadz Ra, "Ya Muadz, jangan meninggalkan sehabis tiap shalat ucapan:" Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat Engkau dan banyak bersyukur kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik." (HR. An-Nasaa'i dan Abu Dawud)

  30. Perbanyaklah sujud kepada Allah, sesungguhnya bila sujud sekali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu. (HR. Muslim)

  31. Tiga orang yang shalatnya tidak sampai melampaui telinganya, yaitu seorang budak yang melarikan diri sampai dia pulang kembali, seorang isteri yang semalaman suaminya murka kepadanya, dan seorang imam yang mengimami suatu kaum sedangkan kaum itu tidak menyukainya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

  32. Apabila seorang shalat hendaklah mengenakan pakaian rangkap. Sesungguhnya Allah lebih berhak (dihadapi) dengan keindahan pakaian. (HR. Ath-Thabrani)

  33. Rasulullah Saw bila menghadapi suatu dilema (situasi yang sukar dan membingungkan) beliau shalat. (HR. Ahmad)

  34. Malaikat selalu berpesan kepadaku tentang shalat tengah malarn sehingga aku mengira bahwa umatku yang terbaik ialah yang sedikit tidurnya. (Abu Hanifah)

  35. Rasulullah Saw apabila bangun tengah malam untuk shalat malam (Tahajjud) beliau mengucapkan: "Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Maha suci Engkau, ya Allah, aku mohon ampunanMu atas dosaku dan aku mohon rahmatMu. Ya Allah, tambahlah ilmu bagiku dan jangan Engkau memalingkan hatiku setelah Engkau memberiku hidayah (petunjuk) dan karuniakanlah dari sisimu rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha pemberi rahmat." (HR. Abu Dawud)

  36. Umatku yang termulia ialah penghafal Al Qur'an dan yang selalu shalat tengah malam (tahajud). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi). Penjelasan: Hamalatul Qur'an artinya penghafal Qur'an, memahami artinya, sekaligus mengajarkan dan mengamalkan isinya.

  37. Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar dengan sengaja maka Allah akan menggagalkan amalannya (usahanya). (HR. Bukhari).

  38. Apabila seorang mengantuk saat shalat Jum'at di masjid maka hendaklah pindah tempat duduknya ke tempat duduk lainnya. (HR. Al Hakim dan Al-Baihaqi)

  39. Bila seorang masuk ke masjid hendaklah shalat (sunnat) dua rakaat sebelum duduk. (HR. Ahmad)

  40. Apabila seorang isteri minta ijin suaminya untuk pergi ke masjid maka janganlah sang suami melarangnya. (HR. Bukhari)

  41. Sebaik-baik masjid (tempat bersujud) untuk wanita ialah dalam rumahnya sendiri. (HR. Al-Baihaqi dan Asysyihaab)

  42. Tidak ada shalat bagi tetangga masjid, selain dalam masjid. (HR. Adarqathani)

  43. Apabila kamu melihat orang yang terbiasa masuk masjid maka saksikanlah bahwa dia beriman karena sesungguhnya Allah telah berfirman dalam surat At taubah ayat 18: Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah lah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka mereka lah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

  44. Beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan kaki di malam gelap-gulita menuju masjid bahwa bagi mereka cahaya yang terang-benderang di hari kiamat. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

  45. Barangsiapa membangun untuk Allah sebuah masjid (mushola) walaupun sebesar kandang unggas (rumah gubuk) maka Allah akan membangun baginya rumah di surga. (HR. Asysyihaab dan Al Bazzar)

  46. Nabi Saw bertanya kepada malaikat Jibril As, "Wahai Jibril, tempat manakah yang paling disenangi Allah?" Jibril As menjawab, "Masjid-masjid dan yang paling disenangi ialah orang yang pertama masuk dan yang terakhir ke luar meninggalkannya." Nabi Saw bertanya lagi," Tempat manakah yang paling tidak disukai oleh Allah Ta'ala?" Jibril menjawab, "Pasar-pasar dan orang-orang yang paling dahulu memasukinya dan paling akhir meninggalkannya." (HR. Muslim)